02 Februari 2010

ASIAN TEAM CHESS CHAMPIONSHIP 2009

KEJUARAAN CATUR BEREGU ASIA atau Asian Team Chess Championship adalah kejuaraan catur beregu bergengsi untuk negara-negara di Asia. Disebut bergengsi karena regu yang menjuarai turnamen ini akan mewakili benua Asia pada Kejuaraan Catur Beregu Dunia atau World Team Chess Championship pada periode tahun berikutnya.

Indonesia sudah beberapa kali mengikuti kejuaraan bergengsi tersebut, namun itu terjadi bertahun-tahun lalu (seingat sesepuh catur Indonesia - GM Utut Adianto - adalah tahun 1995. Sementara data yang ada malah sudah lebih lama lagi, yaitu tahun 1989 atau dua puluh tahun lalu!) Pada 8th Asian team Chess Championship tahun 1989 hasil tim Indonesia sangat membanggakan, yaitu ranking kedua hanya di bawah tim Cina, di atas India dan Filipina yang berada di peringkat tiga dan empat!

Namun tentu saja itu cerita masa lalu. Fakta sepuluh tahun terakhir menunjukkan Cina dan India sudah melesat sebagai negara catur tiga besar dunia, Vietnam sudah masuk 16 besar dunia, dan… Indonesia sepertinya masih jalan di tempat! Salah satu faktor lambatnya kemajuan catur Indonesia adalah minimnya partisipasi tim Indonesia ke berbagai event resmi dunia seperti Asian Team Chess Championship ini.

Mengingat tahun 2010 Indonesia akan menghadapi Asian Games Guangzhou di Cina, maka PB Percasi memutuskan untuk mengirim tim ke 16th Asian Team Chess Championship 2009 untuk mengukur dan melihat di mana sebenarnya posisi/peringkat tim Indonesia di kawasan Asia saat ini. Karena alasan tersebut maka para pecatur yang mewakili tim Indonesia dipilih dari para pecatur muda di bawah usia 30 tahun.

Tim Putra Indonesia, dari kiri: MI Irwanto Sadikin (pelatih), Rikardo (Manajer Tim), MI Tirta Chandra Purnama, Kaisar Jenius Hakiki, MF Anjas Novita, MF Farid Firman Syah, GM Susanto Megaranto, Kristianus Liem (Ketua Delegasi) 





Tim Putri Indonesia, dari kiri: WGM Irine Kharisma Sukandar, WCM Medina Warda Aulia, WCM Chelsie Monica Sihite, Baiq Vina Lestari, WFM Dewi AA Citra, Kristianus Liem









TIM CATUR PUTRA INDONESIA RANKING EMPAT ASIA, ANJAS NOVITA RAIH NORMA MI
Regu Catur Putra Indonesia akhirnya memastikan diri bertengger di peringkat empat Kejuaraan Catur Beregu Asia ke-14 di Kolkata India, 20-29 Desember 2009, setelah pada babak terakhir hari Senin (28/12) siang mengalahkan tim Yaman dengan skor 3,5-0,5. Kemenangan tersebut membuat tim putra Indonesia mengumpulkan 8 MP, sama seperti tim India B, tetapi Indonesia unggul jauh dalam nilai tie-break.
Kemenangan tim Indonesia dipersembahkan oleh MI Tirta Chandra Purnama yang mengalahkan Abdullah Sonbul di papan pertama, kemudian MF Anjas Novita atas MF Fouad Mofleh di papan dua, remis Farid Firman Syah dengan Al-Aqrabi Saleh di papan empat, dan kemenangan Kaisar Jenius Hakiki atas MF Yahya Faray di papan tiga yang selesainya paling akhir dari semua pertandingan.
Juara Asia direbut tim India A dengan skor meyakinkan 14 MP hasil memenangkan seluruh tujuh pertandingan.
Berikut ini klasemen akhir kelompok putra:
1. India-A 14 MP; 2-3. Vietnam, Iran 11 MP; 4-6. Indonesia, India-B, Bangladesh 8 MP; 7. Singapura 4 MP; 8. Srilangka 3 MP; 9. Yaman 2 MP; 10. Nepal 1 MP.
Men Final Ranking
Rk. Team Games + = - TB1 TB2 TB3
1 INDIA A 7 7 0 0 14 156,0 101,5
2 VIETNAM 7 5 1 1 11 145,0 102,5
3 IRAN 7 5 1 1 11 103,0 94,5
4 INDONESIA 7 4 0 3 8 65,0 91,5
5 INDIA B 7 4 0 3 8 57,0 87,5
6 BANGLADESH 7 4 0 3 8 56,0 84,0
7 SINGAPORE 7 2 0 5 4 42,0 102,0
8 SRILANKA 7 1 1 5 3 12,0 96,5
9 YEMEN 7 0 2 5 2 18,0 85,0
10 NEPAL 7 0 1 6 1 12,5 87,0

ANJAS NOVITA RAIH NORMA MI
Pecatur Putra Indonesia yang tampil bagus di ASIAN TEAM CHESS CHAMPIONSHIP 2009 ini adalah MF Anjas Novita, yang merebut 5 poin dari tujuh babak. Anjas menang empat kali dari Sajan Pandey (Nepal), Mohammed Jamal Uddin (2150, Bangladesh), Edirisinghe Dulan (2137, Srilanka) dan MF Fouad Mofleh (2199, Yaman); remis dua kali dari GM Surya Shekhar Ganguly (2654, India) dan GM Majoob Morteza (2510, Iran); dan sekali kalah dari GM Bui Vinh (2488, Vietnam).
Dengan rating rata-rata lawannya yang mencapai 2334, Anjas memenuhi persyaratan rating antara 2292-2347 dan jumlah poin lima angka. Ini adalah norma MI yang kedua bagi Anjas. Norma MI pertama diraihnya pada Dubai Open 2004. Jadi Anjas sudah mengumpulkan dua kali norma MI dengan jumlah partai 16. Ia perlu norma MI satu kali lagi dengan jumlah partai sebelas game, sesudah itu berhak menyandang gelar International Master atau Master Internasional.

VIETNAM JUARA PUTRI
Di bagian putri, pada babak terakhir regu Indonesia kembali takluk 1,5-2,5 dari Singapura. Kekalahan tragis dialami Baiq Vina Lestari di papan dua yang dalam permainan tengah menguasai keadaan sepenuhnya melawan MFW Liu Yang. Namun karena keasyikan berpikir Baiq kehabisan waktu saat pertandingan memasuki langkah ke-38. “Ketika saya pencet jam catur saya ternyata waktu saya pas jadi nol,” jelas Baiq dengan wajah murung.
Kekalahan satunya lagi dialami Dewi AA Citra dari MFW Victoria Chan Wei Yi. Sementara yang menang Irene Kharisma Sukandar atas MFW Jeslin Tay Li Jin. Chelsie Monica Sihite di papan empat yang sudah memperoleh posisi menang hanya mampu bermain remis lawan Christabel Neo Xiuwen.
Hasil tersebut membuat posisi putri Indonesia melorot ke peringkat tujuh dengan tetap 4 MP. Juara Asia di kelompok putri ini direbut tim Vietnam dengan skor meyakinkan pula: 13 MP, hasil enam kali menang dan sekali seri melawan favorit juara India A.
Berikut ini klasemen lengkap kelompok putri: 1. Vietnam 13 MP; 2. India-B 11 MP; 3. India-A 10 MP; 4. Iran 9 MP; 5 Singapura 8 MP; 6. Bangladesh 6 MP; 7. Indonesia 4 MP; 8. Srilanka 3 MP; 9. Nepal 1 MP.
Women Final Ranking
Rk. Team Games + = - TB1 TB2 TB3
1 VIETNAM 7 6 1 0 13 129,5 95,5
2 INDIA-A 7 4 2 1 10 120,5 83,0
3 IRAN 7 4 1 2 9 118,5 80,5
4 INDIA-B 7 4 1 2 9 89,0 94,0
5 SINGAPORE 7 3 2 2 8 74,5 83,0
6 BANGLADESH 7 2 2 3 6 42,0 74,5
7 INDONESIA 7 1 2 4 4 58,0 85,5
8 SRILANKA 7 1 1 5 3 12,0 80,5
9 NEPAL 7 0 1 6 1 0,0 86,0

Suasana saat pertandingan berlangsung dan panitia menyediakan ruangan khusus untuk menganalisa (kanan bawah) yang dimanfaatkan betul oleh Tim Indonesia.


(Laporan Kristianus Liem, diedit ulang dan layout oleh Henry Hendratno)
Facebook
0 Blogger